Kehidupan Sederhana: Bagaimana Saya Menemukan Kebahagiaan di Setiap Hari

Kehidupan Sederhana: Bagaimana Saya Menemukan Kebahagiaan di Setiap Hari

Ketika saya merenungkan perjalanan hidup saya, satu hal yang selalu muncul adalah bagaimana kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian besar atau pengalaman luar biasa. Sebaliknya, sering kali kebahagiaan itu ditemukan dalam hal-hal kecil dan sederhana yang menyentuh jiwa. Ada satu periode dalam hidup saya di mana saya merasa terjebak dalam rutinitas yang monoton. Tapi, perjalanan menuju kehidupan sederhana mengubah pandangan saya dan membantu saya menemukan kembali kebahagiaan sehari-hari.

Awal Dari Ketidakpuasan

Itu terjadi sekitar dua tahun lalu, saat tinggal di Jakarta. Saya bekerja sebagai seorang content creator dan menjalani kehidupan yang terlihat glamor dari luar—foto-foto menarik di media sosial, acara-acara seru, dan kolaborasi dengan berbagai merek. Namun di balik layar, setiap hari terasa sama membosankannya. Di tengah kesibukan tersebut, ada satu malam ketika saya duduk sendiri di balkon apartemen sambil menikmati secangkir kopi hangat. Melihat keramaian kota dan suara bising kendaraan, sebuah pertanyaan muncul dalam benak: “Apakah ini yang disebut kebahagiaan?”

Saat itu juga, rasa hampa melanda. Saya menyadari bahwa meskipun hidup dikelilingi oleh orang-orang hebat dan pengalaman menarik, ada sesuatu yang hilang—keterhubungan dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Mencari Jalan Keluar

Dari situasi inilah saya mulai mencari cara untuk membawa kembali keseimbangan dalam hidup saya. Awalnya dengan mencoba hal-hal baru; mengunjungi pasar tradisional di daerah Senen pada hari Minggu pagi menjadi salah satu rutinitas baru yang sangat memuaskan bagi saya. Dengan menjelajahi tumpukan buah segar dan sayuran organik sambil berbincang dengan para penjual lokal, hati ini seolah mendapatkan asupan energi baru.

Saya juga mulai membuat catatan harian untuk mengekspresikan apa saja yang membuat saya bersyukur setiap hari—baik itu sinar matahari pagi atau senyuman tulus dari seorang teman lama saat bertemu secara tidak sengaja. Hal kecil ini ternyata sangat berdampak besar pada perspektif harian saya.

Pentingnya Hidup Dalam Kesederhanaan

Dalam proses ini, ajaran tentang kesederhanaan sangat membantu melepaskan beban mental yang selama ini mengikat saya pada ekspektasi tinggi terhadap diri sendiri. Suatu sore ketika berkunjung ke taman kota bersama anjing peliharaan saya—sebuah ritual mingguan—saya teringat akan percakapan inspiratif dari seorang mentor akisjoseph, tentang betapa pentingnya fokus pada momen sekarang alih-alih terus menerus mengejar sesuatu di masa depan.

Ada keindahan tersendiri saat hanya duduk menikmati alam: mendengarkan suara burung berkicau atau melihat anak-anak bermain tanpa beban pikiran seperti orang dewasa. Ini adalah pelajaran berharga bahwa terkadang kita terlalu sibuk mencari tujuan besar sampai melupakan untuk menikmati langkah-langkah kecil sepanjang jalan kita.

Refleksi dan Kebangkitan Kebahagiaan Sehari-hari

Akhirnya perjalanan pencarian makna hidup sederhana ini membawa dampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga hubungan sosial dengan orang-orang terdekat. Saya lebih sering menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga tanpa gangguan teknologi; memasak bersama ibu adalah salah satu kegiatan favorit kami kini.

Kebiasaan mencatat rasa syukur pun tumbuh menjadi ritual harian; tak jarang menyadarkan diri tentang semua kebaikan kecil di sekitar kita: tawaran bantuan sahabat atau bahkan secangkir teh hangat setelah seharian lelah beraktivitas.

Pada akhirnya, menemukan kebahagiaan sehari-hari bukan berarti harus melakukan hal-hal luar biasa; justru bisa jadi sebaliknya – merayakan kehidupan dalam kesederhanaan namun penuh makna menjadi inti dari perjalanan ini. Jika ada pelajaran berharga dari pengalaman pribadi ini adalah bahwa kadang kita perlu berhenti sejenak untuk benar-benar melihat keindahan dunia di sekitar kita sebelum terbawa arus rutinitas yang menggulung cepat.